-->

Wednesday, September 30, 2015

Menggapai target pesan '2016' part 4

Petakilan, pecicilan,  tomboy, cempreng, kekanakkan, cerewet, kocak, baik, pendiem tapi sekalinya ngomong tajem.  Ini sebagian kata dari 64 responden anonim online yang aku sebar lewat googleform beberapa bulan lalu. Itu sih dari pertanyaan “bagaimana setelah mengenal fika?” tapi gak semuanya aku tulis disini, aku takut ujub nantinya... lebih baik aku merendah rendahkan diriku yang memang hina ini.

Proses mahasiswa tingkat akhir ternyata ada yang merubah aku, kalo boleh jujur ada beberapa sifat burukku yang aku kurangi, yaa seperti misalnya gak naik naik lagi ke atas meja di sekre LPM. Haha. Bandel banget kan, pake rok tapi pecicilan -__-
ada orang orang yang berhasil membuatku belajar banyak hal, termasuk juga anonim itu, dan satu orang yang tidak bisa kusebut namanya, ya..dia yang aku sayangi, seorang laki laki.

Mungkin gak adil ya dari sekian banyak blog di dunia maya, dan dari sekian banyak postingan sampai yang sebelum ini aku tulis, aku jarang bercerita soal cinta. Itu disebabkan karena aku emang tabu, aku masih bodoh dengan perasaanku sendiri. Terus Karena sekarang blogku menurun pengunjungnya aku ingin sedikit berbagi dengan kalian (apa hubungannya), yaa biar sedikit aja yang tau hal ini (cukup sedikit). yang semoga bisa mengambil hikmahnya, jangan ambil sisi negatifnya.

Aku, fika puspita. Aku pernah punya cowo 1 kali dan udahlamaaa banget, itu dulu pas SMP dan Cuma 2 bulan kalo gak salah, aku pelupa. Itu kaya lewat aja. Mungkin cuma dibilang cinta monyet, gak ada seriusannya, jaman anak kecil lah.. baru lulus SD gitu, aku ga ngerti apa apa (ini seriusan).

Aku paham sekali batasan laki laki dan perempuan, aku takut zina, aku takut maksiat, aku takut dosa,. Tapi aku manusia normal, aku suka lawan jenis kok, dan biasanya hanya aku pendam, aku menjuluki diriku sebagai ‘secret admirer’. aku biasa suka sama orang, kagum gitu.. tapi orangnya gak suka sama aku, atau orangnya mungkin gak kenal sama aku. Hahaa yaa begitulah nasib mencintai dalam diam, Cuma suka kepo dari jarak jauh aja.

Tapi aku juga tidak memungkiri kalau memang teman adamku banyak, yang mendekat pun ada, tapi aku berusaha menjauh, aku tidak ingin menyakiti siapapun. Aku pernah bertekat aku tidak akan pacaran sebelum menikah, dan itu terpampang jelaaas di dinding kamar kosanku dengan kertas hijau warna kesukaanku bersama dengan sedeeeret target lain.

Sampai suatu saat aku benar benar jatuh cinta lagi, rasanya seperti pertama kali aku jatuh seperti ini, makan pun gak doyan, karena bawaannya selalu deg degan. Bapak ibuku tahu soal ini, malu sekali aku. Haahaha..
orang itu, dia yang aku kenal tak lama yang berkomunikasi denganku, ternyata banyak sekali kesamaan, bercanda, segala macam tanda tanda jatuh cinta itu ada pada diriku dan dia. Aku sempat berpikir bagaimana kalau aku jatuh kedalam jurang nafsu?. Tapi aku tidak pacaran dengannya, aku dan dia tidak ingin ada ikatan diantara kami, tapi kami sudah sama sama tahu perasaan kami.

Awalnya memang biasa saja aku dengannya, kita teman yang dekat, lama lama aku tertarik dan jatuh cinta pada dia. Jatuh cinta pada seorang laki laki yang baik, dan bisa berdebat denganku masalah agama ataupun masalah ilmu yang sedang kami dalami di bangku kuliah. Akhirnya kami bertemu untuk pertama kalinya atau mungkin juga untuk terkhir kailnya? (semoga tidak), dia pun sudah tahu bapak ibuku. dan ternyata setelah itu mungkin terlalu banyak pengharapan dari kami berdua, karena salah memang..kami pergi hanya berdua, dan kami bukan muhrim. Yaa walaupun tempat ramai. Setelah pertemuan itu terlalu banyak sekali harapan sampai kedepan, banyak juga kesalahan kami sehingga khilaf, sehingga Allah mencemburui kami yang berharap pada sesama manusia. Akhirnya hanya lewat chat kami saling jujur dan saling menyakiti (mungkin). Semua ini, semua kesalahan ini aku baru pertama kali, pertama kalinya semuaa pokoknya lah.
salahnya juga mungkin dari kami sendiri yang terlalu banyak berharap, yang hanya berpikiran pendek. Padahal satu satunya tempat berharap adalah Allah SWT. Aku tau kesalahannya, dia juga sadar akan kesalahanku. Aku banyak belajar dari semua kisah cinta ini. Kisah yang dimana dalam bertahun tahun ini aku baru berani membuka hati pada seseorang yang ingin serius denganku. Ingin menjadi suamiku, ingin menghalalkan aku. Jujur aku susah suka sama orang, tapi sekalinya suka ya aku pendem, dan susah lupain..nah masalahnya yang ini udah gak dipendem. Dia yang mengejarku sehingga lama lama aku pun jatuh cinta pada dia. Hahaha masalahnya juga sekarang masih belom bisa lupa.

Tapi setelah kami tau kami sama sama salah, kami udah jalan di cinta yang tidak di ridhoi Allah. Kami akhirnya bertekad sama sama memperbaiki diri, karena mungkin rasa yang kami miliki bukan rasa cinta kerena Allah. Kami sama sama melepas, kami sama sama menjauh untuk lebih memperbaiki diri.

Mungkin memang Allah mempertemukan aku dengannya agar aku bisa merasakan bahagianya jatuh cinta, senangnya mendapat perhatian dari lawan jenis. Dan segala pembelajaran lain dari hebatnya rasa sakit (jujur baru pertama kali aku sesakit ini), habatnya kejujuran, hebatnya pengharapan karena manusia. Sehingga seketika itu Allah membangunkanku, Allah seperti memelukku lebih tinggi dari sebelumnya, aku senantiasa menyadari kesalahanku, kekuranganku, hinaku, dosaku, lumpur lumpur tak kasat mata dari tubuhku. Aku bertekad kuat, aku ingin memperbaiki diriku. Sungguh banyak pelajaran yang aku dapat dari dia, dan dari hikmah yang Allah berikan, mungkin kita dipertemukan untuk saling mengajarkan (?), atau saling jatuh, sakit, dan menjadi lebih baik(?). mungkin juga untuk kembali(?)

Sungguh senang sekali aku jika dia juga benar benar mendekatkan dirinya pada Allah untuk memperbaiki dirinya, aku sudah tau apa kebiasaannya dan kekurangannya, begitupun dia tau tentangku. aku juga harus memperbaiki diriku... insyaAllah bukan karena dia, tapi karena Allah...dan karena aku takut mati. aku memang tak pernah tenang, apalagi kalo udah berurusan sama hati, pikiran... hahaha. Semoga memang kita bisa saling bermanfaat untuk sama sama mengajarkan dalam peristiwa ini. Disini juga aku mulai setuju dengan sebuah kata bijak yang mungkin sudah sesuai dengan umurku.

“perempuan tidak akan tenang sampai dia menikah, dan laki-laki tidak akan dewasa sampai ibunya meninggal”

Makanya aku setuju juga kalau menyegerakan menikah itu lebih baik, karena dari segi perempuan akan bisa membuatnya tenang, termasuk dari fitnah.

Aku yakin, kalau dia jodohku,....pasti dia akan datang lagi (semoga dengan cara yang diridhoi Allah), pasti Allah jaga hati nya, begitupun hatiku... kalo bukan jodoh pasti Allah juga kasih jalan yang lain, yang semoga jalan tersebut gak menyakitkan aku ataupun dia. gak ada yang tahu.... karena Allah Maha Membolak-balikkan hati.

Ya Allah maafkan segala dosaku, dosa yang ku perbuat dengan rahasia, maupun dosa yang ku perbuat secara terang terangan. Aamiin.

ini bisa mewakilkan perasaanku (diambil dari instagram kangabay_ )
Dialog hati : “aku melepasmu bukan karena aku tak mencintaimu, ini semua karena aku lebih mencintai penciptaku, Allah yang Maha SATU.... Allah mampu membolak-balikan hati.. kapanpun dalam sekejab. Hatiku bisa berubah. Hatimu juga begitu.
Dan Allah pun mampu menjaga dua hati tetap terjaga.. meski bertahun-tahun lamanya waktu menyiksa, akan tetap sama...tetap terjaga
Tak ada kepastian untuk cinta kami hingga Allah akhirnya menghalalkan
Biarkan waktu yang membuktikan. Apakah Allah akan menjaga diri kami dalam taat, menguatkan kami saat harus memantaskan diri dan menjaga hati sampai akhirnya bertemu kembali...dipersatukan dengan caraNya, dalam skenarioNya
Atau sebaliknya, ada lembaran baru....ada orang baru, tak terduga, yang Allah hadirkan dalam hidup kami di masa depan.. kamu akan bersamanya, dan kamu yakin dia lebih baik dariku... dan akupun akan bersama seseorang yang Allah hadirkan, dia yang kuyakini...lebih baik darimu.
Skenario mana yang terjadi.. kami akan sama sama belajar menerima ketentuanNya.. “

Itu- aku udah ikhlas, aku mau fokus dengan tugasku sebagai mahasiswa tingkat akhir sekarang. Apapun skenario Allah SWT. Aku yakin itu yang terbaik, untukku.. maupun dia.
Dan ini, mungkin kaya curhatan ya? Ehh tapi ini aku bilang proses jugaaa... 

Aku yakin, semua orang di dunia ini, bapak ibuku, bapak ibu kalian atau teman teman kita yang sudah menikah pasti pernah merasakan jatuh cinta pada seseorang yang lain sebelum dengan yang disebut istri/ suaminya sekarang, yaa itu memang fitrah.

sungguhdeh, aku merasakan jadi Mahasiswa Tingkat akhir itu bener bener baaaaaaaaaaanyak banget cobaannya. Tapi MasyaAllah banyak juga pelajaran dari Allah secara tersurat maupun tersirat yang akan didapat. Dan ini aku punya pesan untuk silent reader blogku.

Jika kamu seorang perempuan, ingat ini.
Al-Khawarizmi, Ahli Matematika Islam ditanya tentang wanita terbaik. Dan beliau menjawab :
Jika wanita solehah & beragama = 1
Jika dia cantik, tambah 0 kepada 1 dibelakangnya = 10
Jika dia kaya, tambah lagi 0 dibelakangnya = 100
Dan jika dia dari keluarga baik-baik, tambah lagi 0 = 1000
(dan seterusnya jika menambah kriteria berarti bertambah juga 0 dibelakangnya)
tapi jika yang 1 ‘TIDAK ADA” maka tiada apa yang tersisa padanya kecuali sekelompok 0

(kayaknya sih aku juga bukan tipe rumus Al-Khawarizmi ini, cantik? engga, kaya? engga, eh tapi keluarga baik baik sih.. kalo yang angka 1 nya aku masih berproses. insyaAllah)

Tenang ya untuk kita kaum hawa, Allah itu sangat mengistimewakan kita.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata :
“Jika seorang wanita menangis karena disakiti seorang pria, maka para malaikat akan mengutuk setiap langkah pria tsb”
(tuh... makanya ya laki laki harus mengerti bagaimana perasaan perempuan)
Ehh.. aku jadi kepikiran ngasih pesan juga untuk kaum adam. Laki laki di seluruh dunia tolong simak pesan aku ini.
Perempuan itu memang diciptakan lemah lembut pada dasarnya, kalau kalian melihat perempuan rada tomboy, petakilan, pecicilan (kaya gue haha) yaa tetep aja sebenernya ada jiwa yang lemah, makanya kita memang rapuh dan sangat membawa dalam perasaan, mudah tersakiti jadinya.
Ohya.. ada lagi pesen aku, kalau kalian sekarang menyukai seorang perempuan coba ya dihormati aja, jaga pandangannya, disebut aja dalam doanya, jangan pernah sentuh perempuan yang bukan muhrimnya, sayangi seperti kalian menyayangi ibu kalian sendiri, jaga perasaannya, lindungi dirinya dari jauh. Jangan dipacarin juga kalo bisa. Langsung jujur aja. Ajakin taaruf, datengin walinya, baru deh nikahin kalo udah siap. Intinya sih kalo sekarang masih ada tanggungan menjadi mahasiswa, ingin membahagiakan orangtua terlebih dahulu dengan bekerja dan balas budinya, ya jangan berharap banyak. Jangan kasih harapan juga, jangan janji atau bilang cinta, sayang, bahkan bilang mau jadi suami (kalo yang ini boleh dibilang kalo udah sah aja di akad) soalnya sakit banget tau kalo akhirnya gak jadi. Ya itu yang aku rasain.

semoga kita yang perempuan maupun laki laki yang membaca postingan ini tetap terus berusaha memperbaiki diri, gak usah lagi peduliin masa lalu. insyaAllah Allah akan memberikan jodoh yang terbaik sesuai cerminan diri kita sekarang, walaupun dulu punya banyak salah, tapi kalo sekarang menjadi lebih baik..pasti dapat yang baik juga...itu janji Allah yang ada di Al-Quran.

“terkadang seseorang dengan masa lalu yang paling kelam, mampu menciptakan masa depan yang paling cemerlang” (Umar bin Khatab).
jadi, gausah minder punya masa lalu.... aku punya salah, kita semua punya salah, lebih baik sekarang tutupin aja masa jahiliyah kita.


so... lets move, lets hijrah. and enjoy the process,,,, :)

No comments:

Post a Comment