-->

Tuesday, December 3, 2013

malam ini kata zombie memudar..

"fika.. fika.. buka pintu" sahut Hanifah Omi mahasiswi MSP'11 (2/12). tak lama pintu kamarku buka, to the point si juragan KOSAN K-POP itu mengatakan salah satu teman kosan kita pingsang dikampus, aku kaget (diam, ceritanya rada bengong juga). mba hani langsung mengajak aku kedepan gerbang yang ternyata dia juga sudah memberitahu zombie---- hmm, pemilik kamar nomer 4 itu lagi lagi pingsan, ya Azizah namanya mahasiswi Agroteknologi'11. setelah berpikir cukup panjang akhirnya kami (aku, mba hani, ibu, bapak) pergi ke lokasi dengan wajah yang cukup panik dimana ibu Puji berkata 'kalo masalah begini tanggungjawab kami mba, karena anak kosan kami yang mengurus'. gak tanggung tanggung lho Pak Yohannes sendiri yang mengemudi menuju kampus Pertanian. terus selama aku ngekos disini juga baru pertama kali naik mobil sang pemilik kosan, hihiw.......

setibanya di lokasi, temen temen mba Azizah ini langsung menyelundup ke mobil, ehh maksudnya mengantar mba Azizah menuju mobil dengan keadaan masih belom sadar. huhuuu kasiaan katanya pingsan nya dari 21.30an dan pas kita jemput di lokasi udah jam 22 lewat, hmm lewat banyakan gitu... gatau persisnya berapa.
 tak menunggu lama, sampailah dirumah sakit terdekat, nama terkenalnya DKT, padahal kalau dibaca Jelas banget namanya Rumah Sakit Wijayakusuma, kayaknya anak yang baru bisa baca akan menyebutkan fakta yang demikian juga.. itu tulisannya Wijayakusuma.hmmm *lupakan.
seorang dokter dan perawat memakai baju hijau langsung menghampiri mobil kami membawa mba Azizah, ketika sedang diperiksa kami menunggu di luar, dengan satu temannya didalam bernama Agung mahasiswa Agrotek'12, yang kami anggap mengetahui kejadian persis saat mba Azizah pingsan. "yang didalam cukup satu orang saja, yang tau situasi saat pasien pingsan" ungkap salah satu Dokter disitu.

kondisi yang demikian otomatis membuat aku dan mba hani berhadapan dengan zombie.. ehmm tidak, tepatnya terpaksa bersama zombie di ruang tunggu yang lokasinya didepan kantor Informasi RS. DKT. tapi tahukah apa yang terjadi pada kami?
bisakah kalian menebaknya?
bukaaan, kita tidak dimakan zombie, kita juga tidak dimarahi zombie atau hal negatif apapun.
percayakah?
aku dan mba Hani diruang tunggu itu tercengang dan bahkan tertawa sangat senang mendengar nasihat bapak Yohanes. dia menceritakan banyak hal tentang pola makan, sakit dsb. "anak kosan itu jangan sering sering makan mie instan" tutur Bapak yang dulu pernah Studi di Universitas Indonesia itu.
melihat sisi baik ibu dan bapak kami terus bercerita layaknya anak muda pada orangtua pada umumnya. aku dan Mba Hani tidak menyangka.. benar benar tidak menyangka ketika bapak dan ibu ini menceritakan masa mudanya, yapp..... jadi mereka curhat tentang awal mulanya Bapak pacaran sama Ibu. aku juga tau beberapa informasi dari situ. Bapak sama Ibu pacarannya susah, "cuma satu minggu sekali ketemu soalnya bapak dulu di asrama" kata ibu yang ternyata dulu pernah berkecimpung di Farmasi. huaa.......
dengan muka mereka yang terus berbinar binar seperti nostalgia, bapak yang dulu juga masuk Akademi Pelayaran pun tiba tiba membahas lagi tentang makanan mie instan tadi. "saya aja jarang makan mie, cuma kalau pingin saja... biasanya beli, saya punya langganan mie dari tahun 1992" sambil menunjukkan jarinya ke arah bakmie surabaya. sesaat mba Hani masuk menjenguk mba Azizah, tinggal aku dan ibu yang masih terus bercerita... --> gak tau nih, bapak, ibu dan aku sama sama dari Yogyakarta semua.
beberpa menit kemudian kita berkumpul lagi daaaan.. jreng jreeng. Bapak yang kami lihat berjalan jalan disekitar rumah sakit ternyata membawa mie goreng langganannya. ^___^ waw sekali Subhanallah.

dari situ aku terus melihat bapak dan Ibu kosku yang familiar dengan kata zombie sepertinya malam ini memudar dari benakku, (gak tau malam selanjutnya makin pudar atau jelas lagi). Bapak dan Ibu sangat peduli sama kami, mereka bisa enak dan nyaman di ajak ngobrol, padahal kalo dikosan kayaknya ngomel mulu, yang membuat aku masih terpukau (hahaha lebay) tapi emang yaa gitu tercengang melihat mereka berdua tuh kompak banget, dan tetep romantis sampai mereka tua, mereka juga saling mengingatkan satu sama lain, aku mengamati dari awal saat bapak salah ataupun saat ibu salah pasti mereka saling menutupi kesalahan satu sama lain.. hmm so sweet ya.

maaf bapak, ibu. kami merepotkan dimalam hari. maaf sudah memanggil kalian zombie yang kurang sopan. Astaghfirullah hal adziim.
makasih bapak, ibu. makasih sudah peduli sama kami. makasih tumpangannya dan makasih makanannya :) rekomendasi dari bapak dan ibu. ternyata gak salah bapak jadi langganan sejak tahun 1992. enaaaaak banget mie nya. hahahaha

(zombie itu ibu dan bapak kosan kami, terlintas mungkin teman teman yang membaca postingan ini mengira 'berani banget ya nih anak ngatain ibu bapak kosannya jadi zombie'. kami tegaskan.. iya kami berani. itu nama sudah paten kami yang membuat hahhah. kalau sudah pernah ada yang baca ceritaku sebelumnya pasti tau kenapa disebut zombie) coba buka ini http://fikapuspita.blogspot.com/2012/12/ketika-lirik-anak-kostan-di-warnai.html

No comments:

Post a Comment