-->

Friday, June 21, 2013

Laporan UJI SIFAT ASAM DAN BASA SENYAWA ORGANIK

LAPORAN KIMIA DASAR II

ACARA 1
UJI SIFAT ASAM DAN BASA SENYAWA ORGANIK

Oleh :
Fika Puspita (A1M012001)
Rombongan 1





KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
PURWOKERTO
2013

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari hari, kita pasti pernah menemui makanan ataupun minuman ataupun bahan lain yang rasanya asam maupun basa, namun dari semua bahan tersebut tidak diketahui secara pasti PH nya, mungkin juga beberapa diantaranya merupakan zat kimia, padahal tidak semua zat kimia boleh dicicipi atau disentuh. Untuk mengetahui sifat asam dan basa, kami melakukan suatu percobaan ilmiah. Karena dengan melakukan percobaan kita dapat mengetahui suatu larutan, apakah mengandung sifat asam atau basa. Zat asam dan basa tersebut dapat dibedakan dengan alat indra manusia, namun tidak semua zat tersebut aman bagi manusia. Oleh karena itu diperlukan indikator pengujian.Senyawa asam mempunyai rasa yang masam, sedangkan rasa basa mempunyai rasa pahit. Akan tetapi tidak boleh mencicipi rasa suatu zat kimia untuk untuk mengetahui sifat asam atau basanya. Hal ini disebabkan senyawa kimia tersebut mungkin beracun. Untuk itu, membutuhkan alat bantu.
Maka untuk menguji apakah suatu zat termasuk asam atau basa digunakan indikator asam atau indikator basa. Salah satu indikator asam basa yang sering digunakan adalah kertas lakmus yang terdiri dari dua warna, lakmus merah dan lakmus biru. Kertas lakmus atau litmus ini terbuat dari sejenis lumut kerak. Untuk membuatnya sejenis kertas dicelupkan kedalam larutan lumut kerak kemudian dikeringkan. Selain kertas lakmus beberapa zat dapat bereaksi dengan asam dan atau basa dengan menghasilkan warna tertentu. Zat seperti ini berarti dapat berfungsi sebagai indikator asam dan atau indikator basa. Alat lain yang bisa digunakan untuk pengujian asam dan basa yakni PH meter dan PH paper Universal, biasanya pada laboratorium alat ini lebih sering digunakan.

Pada praktikum  ini, akan menguji beberapa zat kimia apakah termasuk asam atau basa dengan menggunakan PH Paper Universal. Dimana bahan yang di uji adalah bahan yang sering kita temui pada kehidupan sehari – hari seperti glukosa. Fruktosa, asam asetat, asam sitrat serta alcohol.

B.    Tujuan
Menguji sifat asam dan basa beberapa senyawa organic, menggunakan kertas lakmus dan mengukur PH.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1.     Asam

Asam adalah zat apa saja yang molekulnya mempunyai satu atom hidrogen yang mampu memisahkan diri menjadi ion hidrogen (H+), atau dengan kata lain bahwa semua asam adalah sumber ion hidrogen (H+) atau proton.

Contoh reaksi kimia asam adalah : HCL  -->  H+ + Cl-

Asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan minuman, misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan  melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik negatif.

Menurut J.N Bronsteddan T.M Lowry padatahun 1923 mendefinisikan asam sebagai setiap zat sembarang (baik dalam bentuk molekul ataupun ion) yang menyumbang proton H+ (donor proton) dan basa sebagai setiap zat sembarang (molekul atau ion) yang menerima proton (akseptor proton). (vogel,1982)

Sifat-sifat larutan asam:

-        Rasanya masam

-        Menghantarkan arus listrik

-        Jika dilarutkan akan melepaskan ion hidrogen (H+)

-        Mengubah lakmus biru menjadi merah

-        Bersifat korosif terhadap logam

Asam dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik merupakan senyawa asam karbon yang dihasilkan tumbuhan dan hewan. Sedangkan asam anorganik merupakan asam yang dibuat dari mineral-mineral dan nonlogam. Asam aonrganik dalam keadaan pekat biasanya korosif, dapat melukai kulit, dan dapat melarutkan logam dengan cepat, bahkan kaca.

Penggunaan asam
Asam memiliki berbagai kegunaan. Asam sering digunakan untuk menghilangkan karat dari logam dalam proses yang disebut "pengawetasaman" (pickling). Asam dapat digunakan sebagai elektrolit di dalam baterai sel basah, seperti asam sulfat yang digunakan di dalam baterai mobil. Pada tubuh manusia dan berbagai hewan, asam klorida merupakan bagian dari asam lambung yang disekresikan di dalam lambung untuk membantu memecah protein dan polisakarida maupun mengubah proenzim pepsinogen yang inaktif menjadi enzim pepsin.

2.     Basa
Dalam keadaan murni, basa umumnya berupa kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa produk rumah tangga seperti deodoran, obat maag (antacid) dan sabun serta deterjen mengandung basa. Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH.
Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.
 Definisi umum dari basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air.Basa adalah lawan (dual) dari asam, yaitu ditujukan untuk unsur/senyawa kimia yang memiliki pH lebih dari 7. Kostik merupakan istilah yang digunakan untuk basa kuat.
Basa dapat dibagi menjadi basa kuat dan basa lemah. Kekuatan basa sangat tergantung pada kemampuan basa tersebut melepaskan ion OH dalam larutan dan konsentrasi larutan basa tersebut.
Sifat-sifat Basa :
- Kaustik
- Rasanya pahit
- Licin seperti sabun
- Nilai pH lebih dari 7
- Mengubah warna lakmus merah menjadi biru
- Dapat menghantarkan arus listrik
- Menetralkan asam.

Indikator asam-basa ialah zat yang dapat berubah warna apabila pH lingkungannya berubah. Apabila dalam suatu titrasi, asam maupun basanya merupakan elektrolit kuat, larutan pada titik ekivalen akan mempunyai pH=7. Tetapi bila asamnya ataupun basanya merupakan elektrolit lemah, garam yang terjadi akan mengalami hidrolisis dan pada titik ekivalen larutan akan mempunyai pH > 7 (bereaksi basa) atau pH < 7 (bereaksi asam). Harga pH yang tepat dapat dihitung dari tetapan ionisasi dari asam atau basa lemah tersebut dan dari konsentrasi larutan yang diperoleh. Titik akhir titrasi asam basa dapat ditentukan dengan indikator asam basa (Underwood, 1983). Indikator yang digunakan harus memberikan perubahan warna yang nampak di sekitar pH titik ekivalen titrasi yang dilakukan, sehingga titik akhirnya masih jatuh pada kisaran perubahan pH indikator tersebut. Haryadi (1986)


BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.    Bahan dan Alat
Bahan :
o   Alkohol
o   Asam asetat
o   Asam sitrat
o   Akuades
o   Glukosa
o   Fruktosa
        Alat :      
o   Tabung Reaksi
o   Cawan plastic
o   Timbangan
o   Labu ukur
o   Pipet




B.    Prosedur

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil
No
Sample
PH
Keterangan
Foto
1
Alkohol
5,5
Asam *(seharusnya basa)
2
Fruktosa
4
Asam
3
Glukosa
4
Asam
4
Asam Sitrat
1
Asam
5
Asam Asetat
2
Asam

B.    Pembahasan
Setelah kami melakukan praktikum tentang pengujian sifat asam dan basa pada senyawa organic menggunakan PH Paper Universal dan lima bahan organic yakni alcohol, fruktosa, glukosa, asam sitrat dan asam asetat. Kami mendapatkan hasil bahwa alcohol memiliki PH 5,5, Fruktosa 4, Glukosa 4, asam sitrat 1, asam asetat 2 dan semua bahan merupakan senyawa asam. Hal ini dikarenakan saat kami praktikum dan melakukan uji dengan memasukkan kertas PH ke dalam masing masing bahan warna yang dihasilkan menunjukkan angka kurang dari 7 atau semuanya merupakan asam.
·         Alkohol
Alkohol mempunyai gugus fungsi R – OH. Alkohol mudah larut dalam air karena dapat membentuk ikatan hidrogen. Alkohol dapat bersifa asam. Semakin panjang ikatan karbon maka akan semakin besar pH nya.  Di sebutkan di atas bahwa Alkohol merupakan asam dengan hasil praktikum di sebutkan alkohol mempunyai Ph 5,5, namun pada praktikum ini kami melakukan kesalahan, mungkin karena faktor kontaminasi tabung yang kami gunakan atau karena kami kurang teliti pada saat mengukur ph dengan ph paper, karena pada alcohol yang dilakukan oleh praktikan rombongan dua alcohol adalah bersifat basa dan menunjukkan Ph 11.



·       Asam asetat
Asam asetat adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Dalam praktikum di peroleh asam asetat memiliki pH 2
·       Glukosa
Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7. Trayek pH antara 5-7 (Petrucci, 1987), sedangkan hasil praktikumnya sendiri di peroleh pH 4.
·       Fruktosa
Fruktosa (bahasa Inggris: fructose, levulose, laevulose) adalah gula sederhana (monosakarida) yang ditemukan di banyak jenis makanan dan merupakan salah satu dari tiga gula darah penting bersama dengan glukosa dan galaktosa. Dengan di peroleh hasil praktikum fruktosa asam dengan pH 4.



·       Asam sitrat 
Merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan. Dalam biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalamsiklus asam sitrat yang terjadi di dalam mitokondria, yang penting dalammetabolisme makhluk hidup. Zat ini juga dapat digunakan sebagai zat pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai antioksidan. Asam sitrat terdapat pada berbagai jenis buah dan sayuran, namun ditemukan pada konsentrasi tinggi, yang dapat mencapai 8% bobot kering, pada jeruk lemon dan limau (misalnya jeruk nipis dan jeruk purut).
Rumus kimia asam sitrat adalah C6H8O7 (strukturnya ditunjukkan pada tabel informasi di sebelah kanan). Struktur asam ini tercermin pada nama IUPAC-nya, asam 2-hidroksi-1,2,3-propanatrikarboksilat. Dan pada praktikum ini PH asam sitrat adalah 1.





BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah kami lakukan dapt disimpulkan bahwa bahan senyawa organic yaitu, glukosa, fruktosa, asam asetat dan asam sitrat merupakan senyawa yang bersifat asam, karena pada kertas PH universal ditunjukkan angka kurang dari 7. Yaitu glukosa 4, fruktosa 4, asam aseteat 2 dan asam sitrat 1. Sedangkan pada alcohol praktikan rombongan 1 didapatkan Ph 5,5 yang bersifat asam, padahal alcohol itu bersifat basa seperti yang dilakukan oleh praktikan rombongan dua dengan ph 11. Kesalahan praktikan rombongan 1 mungkin dikarenakan terjadi kontaminasi pada tabung reaksi yang digunakan.
B.    Saran
1.     Dalam melakukan praktikum ini, perlu di tingkatkan lagi kerja sama antara setiap anggota dalam setiap kelompoknya masing-masing.
2.     Seharusnya praktikan berhati hati dan teliti saat menggunakan ph paper, dan sebelumnya mencuci bersih agar tidk terjadi kontaminasi.
3.     Sebaiknya kuis dilakukan setelah praktikum.




DAFTAR PUSTAKA

Harjadi, 1986. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta : Gramedia,
Petrucci, Ralph H. 1987. Kimia Dasar. Bandung.: Erlangga.

Underwood, A.L. dan Day, R.A., 1984. Analisa Kimia. Jakarta : Erlangga.
Vogel. 1982. Analisa Anorganik Kualitatif. Jakarta.: Kalman Media Pusaka.


1 comment: