-->

Wednesday, June 25, 2014

Teruntuk orang yang kucinta, Aku menangis untuk hikmah Juni ini.

Rabu Kliwon, ya. Dulu aku lahir di hari tersebut tepat di 15 Juni. Hari ini juga aku mendapatkan sebuah pernyataan dari ibu dan bapak via telepon, yang ternyata  selama ini mereka menutupi nya dariku, iya dari anaknya yang jauh yang bertujuan menuntut ilmu demi menaikkan derajat keluarga ini. “map baru bilang, ibu takut kamu drop”

Sedikit aku gemetar memegang handphone lama ini, air mataku juga jatuh tapi aku menutup suara tangisku ditelpon. Aku dengarkan dengan baik suara ibu yang tampaknya bahagia itu.
Kudengar darinya Ternyata sudah sebulan lebih bapak tidak boleh bekerja lagi. Entahlah perusahaan macam apa itu aku benar benar tak mengerti tentang hukum di Indonesia. Karyawan lama yang sejak dulu mengabdi ‘dibersihkan’ dan digantikan dari yayasan, tepatnya 19 Mei PaKar (Pak Kardiman) menganggur dirumah.

Apa reaksiku? Seketika aku teringat 7 Juni lalu ketika bapak kesini membawakan mangga untukkku karena takut anaknya ini nggak kebagian? Itu berarti bapak pun udah gak kerja, tapi bapak sama sekali gak cerita sama aku, dan aku? Aku malah sibuk sama kegiatanku sendiri dari pagi sampai sore di kampus, dari jaga pendaftaran seminar, presentasi di gedung rektorat, dan itupun aku sudah melalaikan rapat dewan redaksi untuk berita edisi Juni.




Bapak hanya tidur dikosanku, *nangis* dan hening.. ketika aku sampai.

Bapak, kamu ini siapa?
Mengapa engkau sabar sekali dengan kenyataan yang pahit, tapi kau mengunjungiku dengan senyum, kau sukses menyembunyikan bahwa kamu tidak lagi bekerja.
aku kagum sama bapak,

Disampingnya lalu aku tidur. Aku melihat dirinya yang tak lagi muda seperti dulu. Aku seperti orang bodoh yang berada jauh dari orangtua dan tidak bisa menebak keadaan, bahkan aku pun tidak curiga, karena bapak mengekspresikan dirinya seperti biasa.

Bapakku adalah satpam di salah satu Bank Indonesia sejak 1991. Aku sudah sangat bersyukur dengan itu, dan aku tahu pasti selama 23 tahun bapak bekerja pun tak pernah dapat kenaikkan gaji. Tapi dia adalah laki laki yang sabar, dia selalu tersenyum, dia menyembunyikan masalah dari anak anaknya lalu dia hadir lagi dengan kabar yang sangat menggembirakan.

Alhamdulillah, kata ibu hari ini bapak resmi bekerja lagi, ini juga berkat seorang temannya yang sangat tahu bapak, tahu pengalaman bapak yang bekerja selam lebih dari 2 dasawarsa = 2 dekade = 1 per 5 abad. menjadi satpam. Tiga hari yang lalu ibu mengatakan kegelisahannya, bapak sedang training menjadi satpam di perusahaan yang berbeda. Tentu saja bapakku itu diterima dari 9 orang pelamar lain yang juga sudah tak muda, bapakku kan hebat, dia itu satpam berpengalaman ;’)

Secara tidak sengaja kegembiraan ini juga muncul di nuraniku, teringat sepulang kuliah tadi aku mendapatkan kado dari mba Ayu Kinanti, dan mba Chesarani (guru). Hahaaa ya dia guru vokalku, vocal bernyanyi yang aku andalkan ketika aku berada dikamar mandi. Tidak percaya? Suaraku bagus lho #hahaa. Oh ya Selain itu kemarin adik kelasku Rizki Putri Aprili juga sempat datang mengunjungiku sendiri, dan bahkan ia berjalan kaki demi memberiku sebuah hadiah ulangtahun. Subhanalllah.

Terimakasih Ya Allah, banyak hikmah yang bisa aku pelajari di akhir bulan menuju ujianku.
Aku beruntung berada disekitar mereka yang sangat perhatian denganku, teman kosanku yang selalu memberiku kue ulangtahun, serta kejutan. Adik kelasku. Teman Agrica. Teman ITP 2012. Dan semua yang sudah masuk dalam lingkaran hidupku. Sehingga aku tetap nyaman dimanapun walaupun jauh dari keluarga, Aku saaangat bersyukur.

Dengan banyak kekuranganku disini, tapi mereka tetap memahamiku. Ya inilah aku.
Aku tak pernah malu berkata jujur, mungkin aku juga sering menyakiti seseorang dengan kejujuranku. Aku juga terkadang pelit (apalagi soal makanan #hahaha) ya itu karna aku juga butuh,
aku juga sangat katro, padahal aku tinggal di bekasi sebelum kuliah. Tapi aku benar benar tidak modern, bahkan aku juga tidak pernah makan direstoran terkenal ayam nya dengan keluarga, aku tidak update dengan kemewahan dunia di pusat perbelanjaan, sehingga memang mungkin aku terlalu pendiam ketika diajak temanku pergi ke tempat tempat seperti itu.

Yang aku tahu, aku harus menghemat uangku.. uang pemberian bapak yang susah susah cari kerja, aku rutin menabung dicelengan hijauku kalau uang itu masih rapih dan tidak kucel.
Yang aku tahu, aku sekarang hidup dilingkungan kampus, aku adalah anak beasiswa, aku paham benar itu, aku harus membuktikannya. aku juga harus barpakaian sopan, baju baju terbaikku aku pakai ketika kuliah. Ini wajar kan?

Bahkan aku pernah mendengar sebuah survey,

orang tidak mampu, tidak layak dan miskin sekalipun ketika ia masih mempunyai rasa malu ketika pergi ketempat resmi, maka ia akan sopan pakaiannya, ia akan mengeluarkan pakaian terbaiknya dan menaga kehormatan dirinya.

Bukan maksudku ingin tampil sama dengan orang kaya, aku hanya mengimbangi diriku dengan lingkungan yang memang diharuskan sopan, walaupun itu juga masih bisa terlihat perbedaannya dengan orang kaya.

Sederhana itu istimewa menurutku, ia bisa sewaktu waktu bersama merasakan bagaimana ketidakmampuan, tapi ketika ia bosan sewaktu waktu ia juga bisa merasakan bagaimana kemampuan. (fika puspita)

Alhamdulillah.
Semua karya ini terinspirasi dari PaKar, bapakku yang luar biasa.
Pak, tenang anakmu ini masih sederhana kok, salam Hangatku dari jauh untuk Bapak, Ibu dan Dedek.
Fika Puspita. Purwokerto
(Back song à Instrumen Yiruma – Kiss The Rain :)

No comments:

Post a Comment